Keterampilan yang Wajib Dimiliki Profesional Marketing & Sales di 2026: Dari Data hingga AI
- sarah yonaha
- Dec 23, 2025
- 4 min read

Perkembangan dunia bisnis dalam beberapa tahun terakhir bergerak jauh lebih cepat dibanding dekade sebelumnya. Digitalisasi, perubahan perilaku konsumen, serta adopsi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara perusahaan melakukan pemasaran dan penjualan. Memasuki tahun 2026, profesional marketing dan sales tidak lagi cukup hanya mengandalkan intuisi, pengalaman lapangan, atau kemampuan komunikasi semata. Mereka dituntut untuk memiliki keterampilan yang lebih kompleks, berbasis data, teknologi, dan kolaborasi lintas fungsi.
Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan ini akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Sebaliknya, individu maupun organisasi yang gagal meningkatkan kapabilitasnya berisiko tertinggal. Artikel ini membahas keterampilan utama yang wajib dimiliki profesional marketing dan sales di tahun 2026, mulai dari data, teknologi AI, hingga soft skill strategis yang semakin krusial.
1. Data Literacy: Fondasi Utama Pengambilan Keputusan
Data telah menjadi aset bisnis yang sangat berharga. Namun, memiliki data saja tidak cukup. Profesional marketing dan sales harus memiliki data literacy, yaitu kemampuan membaca, memahami, menganalisis, dan menginterpretasikan data untuk mendukung keputusan bisnis.
Di tahun 2026, keputusan berbasis data akan menjadi standar, bukan lagi keunggulan tambahan. Marketing dituntut memahami metrik seperti customer acquisition cost (CAC), lifetime value (LTV), conversion rate, hingga attribution model. Sementara tim sales perlu memahami pipeline performance, win rate, sales cycle, dan produktivitas tim lapangan.
Menurut laporan McKinsey, organisasi yang mengadopsi pengambilan keputusan berbasis data secara konsisten memiliki kemungkinan 23 kali lebih besar untuk mengakuisisi pelanggan dibanding kompetitornya. Fakta ini menegaskan bahwa kemampuan memahami data bukan hanya tanggung jawab data analyst, tetapi juga profesional marketing dan sales secara langsung.
2. Pemanfaatan AI dan Automasi dalam Marketing & Sales
Artificial Intelligence bukan lagi teknologi masa depan, melainkan alat kerja sehari-hari. Di 2026, AI diprediksi akan semakin terintegrasi dalam aktivitas marketing dan sales, mulai dari analisis perilaku pelanggan, personalisasi konten, hingga prediksi peluang penjualan.
Profesional marketing perlu memahami cara kerja AI untuk:
Segmentasi audiens otomatis
Personalisasi pesan pemasaran
Optimasi kampanye iklan secara real-time
Analisis sentimen pelanggan
Sementara di sisi sales, AI banyak digunakan untuk:
Lead scoring berbasis perilaku
Prediksi closing probability
Rekomendasi tindakan follow-up
Analisis performa sales secara otomatis
Laporan Gartner menyebutkan bahwa pada 2026, lebih dari 65% aktivitas penjualan B2B akan didukung oleh sistem berbasis AI dan machine learning. Oleh karena itu, memahami AI bukan berarti harus bisa coding, tetapi mampu memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan efektivitas kerja.
Baca Juga :
3. Kemampuan Strategic Thinking dan Business Acumen
Di tengah kemudahan akses data dan teknologi, profesional marketing dan sales tetap dituntut memiliki kemampuan berpikir strategis. Data dan AI hanyalah alat; keputusan akhir tetap membutuhkan pemahaman konteks bisnis yang kuat.
Strategic thinking mencakup kemampuan:
Memahami tujuan bisnis secara menyeluruh
Menghubungkan aktivitas marketing & sales dengan revenue
Menentukan prioritas yang berdampak tinggi
Melihat peluang jangka panjang, bukan hanya hasil instan
Business acumen juga menjadi faktor pembeda antara eksekutor dan pemimpin. Profesional yang memahami model bisnis, struktur biaya, margin, dan dinamika pasar akan lebih dipercaya dalam proses pengambilan keputusan strategis.
Menurut Harvard Business Review, organisasi dengan tim marketing dan sales yang memiliki business acumen tinggi cenderung lebih sukses dalam menyelaraskan strategi pemasaran dengan pertumbuhan bisnis jangka panjang.
4. Kolaborasi Lintas Tim dan Integrasi Data
Tantangan besar di banyak perusahaan adalah terjadinya silo antara tim marketing, sales, dan operasional. Di tahun 2026, kolaborasi lintas tim bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan.
Profesional marketing dan sales harus mampu:
Berkolaborasi dengan tim data, IT, dan finance
Menggunakan sistem terintegrasi untuk berbagi insight
Menyelaraskan strategi campaign dengan eksekusi di lapangan
Memastikan data dari berbagai channel terkonsolidasi dengan baik
Tanpa integrasi data dan kolaborasi yang kuat, perusahaan akan kesulitan mendapatkan gambaran menyeluruh tentang performa bisnis. Inilah alasan mengapa tools dan sistem yang mampu menghubungkan data marketing dan aktivitas sales lapangan menjadi semakin penting.
5. Customer-Centric Mindset dan Experience Management
Perilaku pelanggan di 2026 akan semakin kompleks. Mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga pengalaman. Profesional marketing dan sales harus memiliki customer-centric mindset, yaitu kemampuan melihat bisnis dari sudut pandang pelanggan.
Hal ini mencakup:
Memahami customer journey secara end-to-end
Mengidentifikasi pain point pelanggan
Menyampaikan solusi yang relevan, bukan sekadar promosi
Menjaga konsistensi pengalaman di semua touchpoint
Menurut laporan PwC, sebanyak 73% konsumen menyatakan pengalaman pelanggan menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian mereka. Artinya, peran marketing dan sales semakin dekat dengan experience management, bukan hanya transaksi.
Perubahan teknologi dan tren pasar akan terus terjadi. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan belajar secara berkelanjutan menjadi keterampilan yang tidak bisa ditawar.
Profesional marketing dan sales di 2026 harus:
Terbuka terhadap teknologi dan metode baru
Cepat beradaptasi dengan perubahan strategi
Mampu belajar dari data dan eksperimen
Mengembangkan skill secara konsisten
World Economic Forum menyebutkan bahwa adaptability dan learning agility termasuk dalam 10 keterampilan paling dibutuhkan di dunia kerja masa depan.
Saatnya Naik Level dengan Teknologi yang Tepat
Menghadapi tahun 2026, profesional marketing dan sales tidak hanya dituntut untuk bekerja lebih keras, tetapi juga lebih cerdas. Penguasaan data, pemanfaatan AI, kemampuan berpikir strategis, serta kolaborasi lintas tim menjadi kunci utama untuk tetap relevan dan kompetitif. Namun, semua keterampilan tersebut akan sulit dioptimalkan tanpa dukungan sistem yang tepat.
Di sinilah Sales Watch hadir sebagai solusi untuk membantu tim marketing dan sales memantau aktivitas lapangan, mengintegrasikan data, serta mendapatkan insight yang akurat dan real-time. Dengan Saleswatch, perusahaan dapat mengambil keputusan berbasis data yang lebih cepat, meningkatkan visibilitas kinerja tim, dan mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Saatnya beralih ke cara kerja yang lebih modern dan terukur bersama Sales Watch.



Comments